Benchmarking Kurikulum S2 Fisika dan S2 Pendidikan Fisika Unesa ke UM: Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Akreditasi
Surabaya - Pada tanggal 20 Mei 2025, Program Studi S2 Fisika dan S2 Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan benchmarking kurikulum dengan Program Studi S2 Fisika dan S2 Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B22 FMIPA UM dengan tujuan utama untuk mendiskusikan kurikulum dan persiapan akreditasi.
Hadir dalam pertemuan ini dari pihak UM, antara lain Dr. Hari Wisodo, M.Si. (Wakil Dekan II FMIPA UM), Prof. Dr. Sentot Kusairi, S.Pd., M.Si. (Wakil Dekan III FMIPA UM), Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si. (Kepala Departemen Fisika FMIPA UM), Dr. Eny Latifah, S.Si., M.Si. (Kaprodi Fisika Program Magister Fisika FMIPA UM), Prof. Dr. Parno, M.Si., CRA (Kaprodi Pendidikan Fisika Program Magister dan Doktor FMIPA UM), Nurul Hidayat, S.Si., M.Si., Ph.D. (Kepala Laboratorium Fisika FMIPA UM), dan Prof. Dr. Endang Purwaningsih, M.Si. (Dosen Pendidikan Fisika FMIPA UM). Dari pihak Unesa, hadir Dr. Nugrahani Primary Putri, M.Si. (Koordinator Prodi S2 Fisika), Dr. Muhimmatul Khoiro, S.Si. (UPM Prodi S2 Fisika), Dr. Rohim Aminullah F., S.Pd., M.Si. (Tim Pengembang Kurikulum Prodi S2 Fisika), Dr. Eng. Evi Suaebah, M.Sc., M.Si. (Tim Pengembang Kurikulum Prodi S2 Fisika), Muhammad Nurul Fahmi, M.Si. (PIC Website Prodi S2 Fisika), Dr. Titin Sunarti, M.Si. (Koordinator Prodi S2 Pendidikan Fisika), Dr. Oka Saputra, M.Pd. (UPM Prodi S2 Pendidikan Fisika), Dr. Muhammad Satriawan, M.Pd. (Tim Taskforce Akreditasi Prodi S2 Pendidikan Fisika), dan Dr. Habibi, M.Pd. (Tim Pengembang Kurikulum Prodi S2 Pendidikan Fisika).
Diskusi yang berlangsung menyentuh berbagai topik, mulai dari kurikulum hingga persiapan akreditasi. Prof. Dr. Ahmad Taufiq memberikan beberapa tips untuk meningkatkan akreditasi program studi, antara lain pentingnya kekompakan dalam tim. “Kekompakan menjadi kunci penting dalam proses peningkatan kualitas pendidikan dan akreditasi. Semangat bersama akan memberikan dampak yang positif,” ujar Prof. Taufiq.
Prof. Dr. Parno dari UM juga berbagi pengalaman terkait proses akreditasi dan hal-hal yang diperlukan untuk mempertahankan kualitas pendidikan. Sementara itu, Dr. Titin Sunarti dari Unesa menanyakan mengenai perubahan pada kurikulum, terutama terkait Permen 53 Tahun 2023 mengenai penyebaran SKS. "Kami perlu menunggu evaluasi lebih lanjut mengenai peraturan ini yang akan dilakukan sekitar Agustus 2025," tambahnya.
Dr. Eny Latifah dari UM menyoroti bahwa daya tarik mahasiswa terhadap kurikulum yang berbasis komputasi semakin besar. “Berdasarkan survei, calon mahasiswa kini lebih tertarik pada kurikulum yang mengintegrasikan komputasi, karena itu menjadi keterampilan penting di dunia modern,” ujarnya.
Diskusi juga mencakup kerjasama yang dapat dilakukan antara UM dan Unesa, baik dalam bidang pendidikan maupun penelitian. Dr. Hari Wisodo menyatakan, "UM sangat terbuka untuk melakukan kerjasama dalam pendidikan, seperti pertukaran penguji sidang skripsi dan tesis, serta kolaborasi penelitian baik di dalam negeri maupun internasional."
Dengan adanya diskusi yang produktif ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kurikulum dan akreditasi kedua program studi, sekaligus membuka peluang bagi kerjasama lebih lanjut antara kedua universitas.
(MI)