Persiapan Menuju SNT, Siswa IKN Belajar Sains Berbahasa Inggris lewat Eksperimen Float and Sink
Program IKN Mengajar kembali menghadirkan pembelajaran sains yang inovatif melalui kegiatan bertema Float and Sink Objects yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran STEAMS berbasis bahasa Inggris yang mengintegrasikan konsep sains dengan kemampuan komunikasi global. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya diajak memahami konsep ilmiah mengenai benda yang mengapung (float) dan tenggelam (sink), tetapi juga dilatih untuk mengomunikasikan hasil pengamatan dan pemikirannya menggunakan bahasa Inggris.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Pascasarjana FMIPA Universitas Negeri Surabaya (UNESA) turut berpartisipasi sebagai fellow yang mendampingi proses pembelajaran. Delegasi dari Program Studi Magister Pendidikan Fisika, Fernandya Hadianti Rosyadi, dan delegasi dari Program Studi Magister Pendidikan Sains, Eka Sintyawati, bersama delegasi dari program studi lainnya, berperan sebagai mentor yang mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Para fellow berkontribusi dalam memfasilitasi diskusi kelompok, membimbing pelaksanaan eksperimen, mendorong penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi ilmiah, serta membantu siswa menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep density sebagai dasar fenomena benda mengapung dan tenggelam. Keterlibatan mahasiswa pascasarjana ini menjadi wujud kontribusi FMIPA UNESA dalam mendukung pembelajaran sains yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21.

Pembelajaran diawali dengan pengenalan berbagai objek yang memiliki karakteristik berbeda. Siswa kemudian diminta mengamati setiap benda dan memprediksi apakah benda tersebut akan mengapung atau tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air. Seluruh prediksi disampaikan menggunakan kosakata dan ungkapan sederhana dalam bahasa Inggris sehingga sejak awal kegiatan siswa telah dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks komunikasi ilmiah.
Tahap berikutnya dilanjutkan dengan kegiatan eksperimen secara langsung di kelas. Siswa menguji berbagai objek ke dalam wadah berisi air untuk membuktikan prediksi yang telah mereka buat. Selama proses eksperimen berlangsung, siswa melakukan pengamatan secara sistematis, mencatat hasil percobaan, kemudian membandingkan hasil observasi dengan prediksi awal. Pendekatan pembelajaran berbasis eksperimen ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahaman konsep melalui pengalaman belajar secara langsung sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena sains di sekitar mereka.


Melalui hasil eksperimen, siswa memahami bahwa kemampuan suatu benda untuk mengapung maupun tenggelam dipengaruhi oleh density atau massa jenis benda tersebut dibandingkan dengan massa jenis air. Dengan pendampingan guru dan para fellow, siswa belajar menjelaskan alasan ilmiah di balik setiap hasil percobaan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, siswa juga membandingkan karakteristik berbagai objek, menyusun kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan, serta mengaitkan konsep density dengan fenomena yang mereka temukan selama eksperimen berlangsung.
Sebagai bentuk penguatan hasil belajar, setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen di depan kelas menggunakan bahasa Inggris. Presentasi dilakukan dengan memaparkan prediksi awal, hasil pengamatan, serta kesimpulan yang diperoleh berdasarkan data eksperimen. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis melalui penyampaian argumentasi yang didukung oleh bukti ilmiah.
Antusiasme siswa selama mengikuti rangkaian pembelajaran menunjukkan bahwa integrasi antara sains, eksperimen, dan bahasa Inggris mampu menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan. Kreativitas siswa terlihat dari cara mereka menyampaikan ide, berdiskusi dengan teman sekelompok, serta menjelaskan hasil eksperimen menggunakan bahasa Inggris. Sementara itu, kemampuan komunikasi mereka berkembang melalui proses presentasi, diskusi, dan penyampaian hasil observasi secara sistematis berdasarkan data yang diperoleh selama kegiatan.
Melalui kolaborasi antara Program IKN Mengajar dengan mahasiswa Pascasarjana FMIPA UNESA sebagai fellow, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran STEAMS yang mengintegrasikan sains, bahasa, dan keterampilan abad ke-21. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata FMIPA UNESA dalam mendukung pengembangan pendidikan yang inovatif, kolaboratif, serta mampu membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir ilmiah dan komunikasi global yang relevan dengan tantangan masa depan.
Penulis: Fernandya Hadianti Rosyadi